“Ghost” | KyuMin | Chap 3/? | No Yaoi | T | Romance, Hurt |

Cinta itu buta. Cinta tidak mengenal usia, gender, status, kedudukan, bahkan cinta tidak memperdulikan dirimu yang nyata atau hanya bayang semu.

GHOST

Casts Ó SM Entertainment, JYP Entertainment

by Kim Sun

Warn: typos, abal, pasaran, OOC

MINHYUN POV

Aku tersenyum ramah pada dua orang yeoja yang merupakan pelanggan di cafe tempatku bekerja. Dua yeoja itu membalas senyumanku kemudian kembali melanjutkan percakapan mereka yang sempat terpotong karena kedatanganku. Yah, aku kan hanya melayani pelanggan.

Aku berjalan ke arah counter untuk memberikan pesanan dua yeoja itu pada Yoona. Yah, hari ini memang gilirannya bekerja di counter. Aku menatap sebal pada Kyuhyun yang terus-menerus melihat Yoona dengan tatapan mesum. Aish, dasar setan pervert! Tau begitu mana mau aku mengajaknya.

Rupanya Kyuhyun sadar kalau aku memperhatikannya. Ia menaikkan salah satu alisnya dan menyeringai nakal. “Apa lihat-lihat? Aku tau kalau aku ini tampan.”

“Ck, micheosseo!” desisku sambil mengambil pesanan dua yeoja tadi. Kyuhyun hanya tertawa puas dan mulai mengikutiku berjalan ke mengantarkan pesanan dua yeoja tadi.

Aku melemparkan death glare-ku ke arah Kyuhyun yang bersiul santai di belakangku. Yah, untung saja yang dapat melihatnya hanya aku, jadi aku tak perlu mengunci namja bodoh ini di kamar seperti Sun—walau aku sangat ingin melakukannya.

Pintu cafe bergemerincing pelan, sepasang namja dengan jaket tebal dan yeoja berambut pirang memasuki cafe sambil bergandengan tangan. Mereka segera duduk di sudut yang lumayan sepi.

Aku berjalan mendekati mereka –dengan diikuti namja bodoh itu tentu saja—dan menyodorkan daftar menu. “Eoseo oseyo~ Mau pesan apa, Ajussi? Agassi?” tanyaku ramah sambil bersiap mencatat pesanan mereka.

Namja itu terlihat membolak-balik daftar menu. “Mm, dua strawberry roll cake dan dua capuccino.” Namja itu tersenyum manis sambil mengembalikan menu padaku.

“Ne, dua strawberry roll cake dan dua capuccino. Silakan ditunggu sebentar.” Aku mengulang pesanan mereka dan membalas senyuman namja itu.

“Ck. Dasar tukang tebar pesona.”

Aku melirik Kyuhyun kesal. Untung saja yang bisa mendengar ucapannya hanya aku. Dasar namja menyebalkan.

“Kyu~” Tiba-tiba yeoja berambut pirang itu menggumam pelan. Aku menolehkan kepalaku terkejut. Apa yeoja ini bisa melihat Kyuhyun?

“Kyu~” panggil yeoja itu lagi.

Aku melirik Kyuhyun dengan tatapan bertanya-tanya. Kyuhyun terpaku di tempatnya dengan tatapan terkejut. Aku segera menarik Kyuhyun menjauhi mereka.

“Kau mengenal mereka? Apa yeoja itu bisa melihatmu?” tanyaku saat sudah berada di tempat yang sepi.

Kyuhyun masih terdiam dengan ekspresi terkejutnya. Ia menatapku dengan tatapan aneh.

“Kyu? Waeyo? Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanyaku gelisah. Aku menatap Kyuhyun yang wajahnya semakin memucat.

Kyuhyun menggigil bibir bawahnya gelisah. “Geu yeoja..” Ia melirik ke arah yeoja berambut pirang yang kini sudah menangis di pelukan namja berjaket itu. “Adalah yeoja yang kuselamatkan dua tahun yang lalu.”

“Mwo?” teriakku dengan suara tertahan. Aku menarik nafas dalam mencoba menenangkan diriku. Kenapa perasaanku rasanya tidak nyaman begini ya? Harusnya kan aku senang karena sebentar lagi si setan menyebalkan ini bisa pergi jauh-jauh dari kehidupanku.

Aku terdiam cukup lama sampai tidak menyadari tatapan aneh Kyuhyun di wajahku.

“A-ah waeyo?” tanyaku gugup.

Ia mengalihkan tatapannya dan berjalan meninggalkanku. “Ani,” katanya datar.

Aku berpikir sesaat. Kalau aku bisa mendekati namja dan yeoja itu kemudian mengorek-orek informasi dari mereka, pasti akan lebih mudah untuk menemukan tubuh Kyuhyun.

Aku berjalan mendekati meja namja dan yeoja itu dengan nampan berisi pesanan mereka. Yeoja berambut pirang itu masih sesenggukkan di pelukan namja yang bersamanya.

Setelah menaruh pesanan mereka, aku tidak segera beranjak. Aku menatap mereka ragu.

“Ah, waeyo? Kenapa kau masih di sini?” tanya namja yang berjaket tebal itu.

“Mm, jeongmal mianhaeyo. Aku hanya ingin bertanya siapa Kyu yang disebut oleh agassi,” tanyaku sopan.

“Kenapa kau ingin tau?”

“Mm, barangkali aku mengenal Kyu yang dimaksud oleh agassi. Aku juga mempunyai teman yang bernama Kyu dan aku sudah lama tidak bertemu dengan dirinya. Aku sangat merindukannya,” dustaku.

Setelah aku berkata seperti itu, yeoja berambut pirang itu menatapku dengan tatapan marah. “Untuk apa kau bertanya tentang Kyuhyun-ku?” desisnya marah. Sepertinya ia benar-benar tidak terima aku bertanya tentang Kyuhyun dan, hei! Tadi dia bilang Kyuhyun-NYA?! Cih, apa yeoja ini gila?

Eh, kenapa aku marah? Kenapa aku merasa tidak suka saat yeoja ini menyebut namja evil itu sebagai Kyuhyun-nya? Apa aku mulai menyukai Kyuhyun? Ah, ani ani. Itu tidak mungkin terjadi. Sampai mati pun aku tak akan sudi menyukai namja menyebalkan itu.

“Mianhaeyo, aku hanya ingin tahu. Jeongmal mianhaeyo.” Aku membungkukkan badanku berkali-kali untuk meminta maaf.

Namja berjaket tebal itu melepaskan pelukannya pada yeoja itu dan bangkit berdiri. Ia terlihat mencari sesuatu di saku jaketnya. “Ini kartu namaku, Nickhun imnida,” ucapnya sambil menyodorkan sebuah kartu nama. Namja itu mendekatkan wajahnya ke telingaku. “Yang dia maksud adalah Cho Kyuhyun, apa itu nama temanmu?” bisiknya sambil sesekali melirik ke arah yeoja pirang yang tenggelam dalam lamunannya.

Aku mengangguk pelan. Namja itu menyuruhku mendekatkan telinganya. “Kalau begitu datanglah ke alamat itu, aku akan menceritakan semuanya padamu. Sejujurnya aku benar-benar lelah dengan sikapnya.”

“Ne?” Aku menatap namja itu bingung. Lelah? Lelah apanya? Memang apa yang terjadi? Aku benar-benar bingung.

Namja itu menepuk bahuku singkat kemudian kembali duduk bersama yeoja pirang itu lagi.

.

.

Beberapa hari setelah aku bertemu namja yang mengaku bernama Nickhun itu akhirnya aku memutuskan untuk mendatangi alamat yang ada di kartu namanya. Mm, apa ini apartemennya? Ini kan kawasan elit, pasti namja itu kaya raya.

Geomchangdo apartement, lantai lima, nomor 1050.

Aku mengangkat tanganku ragu-ragu. Bagaimana kalau ternyata Cho Kyuhyun yang dimaksud oleh namja itu berbeda dengan Cho Kyuhyun si arwah itu? Bagaimana kalau sebenarnya namja itu menipuku dan bermaksud jahat padaku?

Aigoo~ Apa yang kupikirkan? Jelas-jelas Kyuhyun bilang kalau yeoja yang bersama Nickhun-ssi adalah yeoja yang ia selamatkan dua tahun yang lalu. Pasti ini semua bisa membantuku menemukan tubuh Kyuhyun. Lagipula waktu Kyuhyun sudah tidak banyak lagi, hanya tersisa empat hari lagi.

Aku meyakinkan diriku sendiri dan memencet bel apartement itu. Tak lama, pintu apartement itu terbuka dan menampakkan sosok Nickhun-ssi.

“Aah, annyeong haseyo Nickhun-ssi. Apa aku mengganggumu?” tanyaku sopan.

Nickhun-ssi memandangi wajahku sambil mencoba mengingat-ingat. “Ah, kau waitress di cafe itu ya? Ayo, masuklah.” Nickhun-ssi membuka pintu apartementnya lebih lebar dan mempersilakan aku masuk. Aku melepas sepatu bootku dan memandang takjub isi apartemennya. Ckck, dia benar-benar orang kaya. Lihat saja apartemennya yang super-duper-mewah begini.

Aku menggeleng-gelengkan kepalaku. Ingat Minhyun, tujuanmu kesini bukan untuk mengagumi isi apartemen Nickhun-ssi. Ayo cari tubuh Kyuhyun! Tubuh Kyuhyun! Yeaa~

“Duduklah, biar kubuatkan minum dulu.”

Aku mendudukkan diriku di sofa putih yang ada di ruangan itu. Benar-benar nyaman. Wuaah~ daebak!

Tak lama kemudian Nickhun-ssi kembali dengan membawa secangkir teh hijau hangat. Ia memposisikan dirinya tepat di hadapanku.

“Gomawoyo, Nickhun-ssi.”

“Ah, panggil aku oppa saja. Mm, jadi siapa namamu?” tanyanya memulai percakapan.

“Mm, Minhyun imnida. Lee Minhyun.” Sesaat keheningan menyelimuti ruangan, aku tak tau harus berbuat apa. Akhirnya aku memutuskan untuk langsung ke intinya. “Sebenarnya apa yang terjadi pada Cho Kyuhyun?”

Nickhun oppa terlihat menghela nafas lelah. “Apa kau tau dua tahun yang lalu Kyuhyun mengalami kecelakaan karena menyelamatkan seorang yeoja?” tanyanya.

Aku menganggukkan kepalaku.

“Yeoja yang kemarin bersamaku, Victoria, adalah yeoja yang Kyuhyun selamatkan.”

“Ah, geurae..” Aku memberi respon. Kalau masalah ini sih aku sudah tau. Lalu tubuh Kyuhyun di mana? Di manaaa? Di manaaaa? Aish, rasanya aku ingin berteriak seperti itu deh -,-

“Mobil itu meledak sebelum Kyuhyun sempat menjauh. Tubuhnya tidak hancur, hanya terpental beberapa meter saja. Banyak orang yang mengira Kyuhyun sudah tewas, tapi bahkan sampai sekarang denyut nadi Kyuhyun masih terasa walaupun sangat lemah. Tapi semakin berjalannya waktu denyut nadi Kyuhyun semakin melemah hingga akhirnya seperti tidak terasa lagi.”

Aku kembali menganggukkan kepalaku. “Lalu?” tanyaku.

“Victoria yang saat itu merasa bersalah memutuskan untuk bertanggung jawab penuh atas tubuh Kyuhyun yang, err, seperti mati suri itu. Ia bersikeras menyimpan tubuh Kyuhyun dan memperlakukan tubuh tanpa jiwanya seolah-olah Kyuhyun hanya menderita penyakit biasa yang bisa bangun setiap saat. Ia selalu marah saat kami memintanya untuk melepas Kyuhyun.” Nickhun oppa lagi-lagi menghela nafas berat.

“Ia bahkan mengatakan kalau dirinya sangat mencintai Kyuhyun dan ini yang membuatku sangat frustrasi,” ucapnya lemas.

Aku memberanikan diriku bertanya. “Mm, apakah Oppa menyukai Victoria-ssi?”

Nickhun oppa tiba-tiba menolehkan wajahnya ke arahku. “Ba-bagaimana kau tau?” tanyanya bingung. Wajahnya bersemu merah.

Aku mencoba tertawa untuk mencairkan suasana yang tegang ini. “Seorang namja frustrasi karena ada seorang yeoja yang mengatakan bahwa ia menyukai namja lain. Bukankan itu tanda cinta?”

“A-ah, ya ya,” ucapnya gugup.

“Lalu, sekarang tubuh Kyuhyun?” tanyaku kembali ke topik awal.

“Victoria menyimpannya di laboratorium appanya di China. Yah, bisa dibilang yeoja itu mengawetkan tubuh Kyuhyun. Yeoja itu sudah benar-benar gila.”

“MWOYA!? DIAWETKAN!? DI CHINA!?” teriakku shock. Bagaimana tidak shock coba. Seorang manusia yang masih memiliki denyut nadi diawetkan? Di China pula? Aish, yeoja itu benar-benar gila.

Nickhun oppa terperangah kaget mendengar teriakanku yang menggelegar.

“Aish, mianhaeyo. Aku hanya terlalu terkejut. Bisa-bisanya Victoria-ssi melakukan hal seperti itu pada manusia yang masih hidup?”

“Aku juga tidak mengerti. Yeoja itu benar-benar dibutakan oleh cinta. Bah! Bahkan aku tidak yakin perasaannya pada Kyuhyun benar-benar cinta. Bagaimana mungkin ia bisa jatuh cinta pada seorang namja yang bahkan belum pernah berbicara padanya?”

Aku berpikir sesaat. “Mm, Oppa, apakah kau bersedia membantuku?” tanyaku ragu-ragu.

“Mworago?” tanyanya penasaran.

Aku mendekatkan diriku padanya dan membisikkan rencanaku. Ia terlihat berpikir sesaat sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya. Yes! Sebentar lagi kau akan menjadi manusia dan pergi menjauh dari kehidupanku Kyuhyun! Muahahahahahaha!

.

*****

.

H-2. Incheon airport. Yah, di sinilah aku bersama dua orang namja –yang satunya arwah— yang menemaniku. Ne, aku berencana akan pergi ke China untuk mencari tubuh Kyuhyun. Setelah kemarin aku menyusun rencana dan membuat perjanjian dengan Nickhun oppa, akhirnya ia bersedia membantuku.

Terdengar suara operator yang memberi tau bahwa pesawat yang akan menuju ke China akan segera take off dalam waktu lima menit. Aku segera berjalan mengikuti Nickhun oppa menuju pesawat. Di belakangku Kyuhyun mengikuti dengan ekspresi wajahnya yang tidak terbaca. Aneh, sejak ia bertemu dengan yeoja China itu Kyuhyun jadi tidak terlalu evil lagi. Benar-benar berbeda dari biasanya dan itu membuatku sedikit, err, khawatir.

Setelah tiga jam berada di atas burung besi itu akhirnya kami sampai di negeri tirai bambu. Nickhun oppa memintaku untuk menginap di apartemennya saja daripada menyewa hotel yang akan menguras habis kantungku.

Sesampainya di apartemennya, aku langsung menghampiri Nickhun oppa yang sedang mengambil air putih di dapur. “Mm, Oppa, kapan kita bisa ke laboratorium milik appa Victoria-ssi? Aku sudah tak sabar dan benar-benar merindukan uri Kyuhyunnie.” Uri Kyuhyunnie? Aigoo~ manis sekali. Kenapa aku bisa menyebut namja evil itu dengan sebutan semanis itu? Untung saat ini Kyuhyun sedang berbaring di kamarku –ne! Namja bodoh itu hanya mau tidur di kamarku dan itu membuatku gila!— jadi ia tidak akan menampakkan seringai nakalnya dan mulai menggodaku.

“Baiklah. Ayo kita berangkat.”

Aku mengangguk. “Tunggu sebentar, aku harus mengambil tasku dulu di kamar.” Owyeah, aku harus mengambil tasku dan tentu saja namja bodoh itu.

.

.

“Jangan sampai kita bertemu dengan Victoria. Percayalah, kalau ada yeoja itu kita tak akan bisa masuk ke dalam ruangan itu. Dia benar-benar overprotective dengan tubuh Kyuhyun.” Nickhun oppa memperingatkan.

Aku melirik Kyuhyun yang sedang sibuk menatap pemandangan di luar mobil.

Sesampainya di sana, aku berjalan di samping Nickhun oppa dan Kyuhyun –yang selalu tak terlihat— memasuki pintu laboratorium itu. Saat baru saja masuk, seorang namja paruh baya menyapa Nickhun oppa.

“Ah, kau datang Nickhun-ah. Lama kau tidak berkunjung kemari. Dan siapa yeoja manis yang bersamamu ini?” tanyanya dengan bahasa Korea yang lancar.

Aku membungkukkan badanku memberi salam. “Annyeong haseyo.”

“Ah, belakangan ini aku agak sibuk di Korea. Ajussi, aku datang ingin melihat keadaan Kyuhyun. Dan yeoja ini adalah keluarga Kyuhyun yang datang mencarinya,” terang Nickhun oppa.

“Ah, geurae. Kalau begitu masuklah. Di dalam juga ada Victoria.” Ajussi itu menepuk bahu Nickhun oppa dan tersenyum padaku sebelum pergi meninggalkan kami.

Tunggu. Di dalam ada Victoria-ssi? Dan itu artinya aku tidak bisa melihat tubuh Kyuhyun? Omonaa~ otteokhae? Aku sudah membolos dari pekerjaanku dan menguras kantongku untuk pergi ke China tapi semuanya gagal? Aish, michigetda!

Aku melirik dua namja yang bersamaku, penasaran dengan ekspresi mereka. Kyuhyun terlihat tanpa ekspresi seolah-olah tidak peduli pada dunia yang seperti kiamat ini. Sedangkan Nickhun oppa terlihat berpikir keras agar aku bisa masuk dan melihat tubuh Kyuhyun.

“Otteokhae?” bisikku lirih. Rupanya Nickhun oppa mendengarku berbicara. Ia menepuk kepalaku singkat.

“Gwaenchanha. Kita pasti bisa melihat Kyuhyun,” ucap Nickhun oppa sambil tersenyum padaku.

“Aish, namja ini benar-benar mencari kesempatan dalam kesempitan!” geram Kyuhyun kesal. Aku melirik Kyuhyun dengan tatapan ‘tutup-mulutmu’. Ia hanya melengos dan membuang pandangannya.

Nickhun oppa memanduku mendekati sebuah pintu besar. Ia menghela nafas singkat. “Di balik pintu ini masih ada dua ruangan sebelum kita bisa melihat Kyuhyun. Dan juga,..” Nickhun oppa menatapku. “Pasti ada Victoria di dalam.”

Aku manatap pintu itu dan wajah Kyuhyun bergantian. Ia terlihat sedikit resah. “Baiklah, ayo kita masuk.”

Perlahan, Nickhun oppa membuka pintu yang ada di hadapannya. Tampak puluhan botol-botol bening yang tersusun rapi di sebuah rak di sudut ruangan. Di sebelah rak botol itu ada sebuah pintu kaca yang tidak tembus cahaya. Nickhun oppa menarikku masuk ke dalam ruangan di pintu itu. Ruangan kedua itu tidak jauh berbeda dengan ruang sebelumnya. Hanya penerangan di ruangan ini jauh lebih buruk dari ruangan sebelumnya.

“Setelah ini kita bisa melihat Kyuhyun. Tubuhnya diletakkan di sebuah tabung tepat di tengah ruangan. Ruangan itu sangat gelap dan banyak kabel yang berserakan, jadi perhatikan jalanmu.” Nickhun oppa berjalan mendekati pintu besi yang di sebelahnya terdapat panel-panel dan angka-angka, semacam kode masuk rupanya. “Yang tau kode ruangan ini hanya aku, Victoria, dan para ilmuan di sini,” terangnya.

Nickhun oppa memencet tombol-tombol di panel itu. Kemudian, pintu besi itu perlahan—saaaangat lamban—bergeser menampakkan sebuah ruangan gelap. Hanya ada satu cahaya yang berasal dari sebuah tabung besar penuh cairan yang berisi sebuah tubuh, tubuh Kyuhyun.

“Sst, jangan bersuara. Victoria masih belum menyadari kehadiran kita,” bisik Nickhun oppa di telingaku. Aku mengangguk mengerti.

Aku perjalan perlahan mendekati tabung besar itu. Seorang namja tengah tertidur dengan damai di dalam tabung berisi cairan itu. Wajahnya tidak terlihat dengan jelas karena tertutup selang pernafasan, namun aku yakin wajah itu sama dengan wajah yang belakangan ini muncul di kehidupanku, wajah Kyuhyun.

Aku menoleh ke belakang ingin mengetahui bagaimana reaksi Kyuhyun. Namun Kyuhyun tidak ada di belakangku. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh penjuru ruangan tapi tetat tidak terlihat tanda-tanda keberadaan Kyuhyun.

Mendadak aku merasa cemas. Kemana Kyuhyun? Tubuhnya sudah di depan mata begini dia malah menghilang? Aish, namja itu..

Aku berjalan keluar dari ruangan itu menuju ke ruangan sebelumnya. Namun karena kurang hati-hati aku tersandung sebuah kabel dan menimbulkan suara berisik.

“Aigoo,..”

“Apa yang kalian lakukan di sini, hah?!” Seorang yeoja muncul dari sebuah bilik kecil yang ada di ruangan itu. Tatapan matanya terlihat marah. “Apa yang kalian lakukan terhadap Kyuhyun-KU!?” tuding yeoja yang tak lain adalah Victoria-ssi.

Victoria-ssi segera berjalan menyeberangi ruangan menuju tempatku terpaku. Ia menuding wajahku dengan telunjuknya. Ck, benar-benar tidak sopan. “Siapa kau? Aku yang kau lakukan di sini?” ujarnya tajam dan sarat emosi.

Nickhun oppa segera mendekat dan menenangkan Victoria-ssi. “Vic, tenanglah. Dia adalah keluarga Kyuhyun.”

“Geojitmal!!” teriaknya. “Cepat pergi dari sini atau akan kupanggilkan security. GA!!” bentaknya sambil menunjuk pintu keluar. Matanya berkilat marah.

Karena tidak ingin memperkeruh keadaan, akhirnya aku mengalah dan pergi keluar. Aish, yeoja itu benar-benar gila. Dia terlalu terobsesi pada Kyuhyun.

Aku berjalan keluar dari gedung itu. Ish, bagaimana ini? Kyuhyun hilang dan yeoja itu terus-menerus marah-marah padaku. Aish, apa yeoja itu tidak mau melihat Kyuhyun segera bangun? Waktunya hanya tinggal dua hari lagi.

“Pabo!” umpatku. Aku menghentak-hentakkan kakiku kesal. Sekarang harus bagaimana? Omoo~ menyebalkan!

Akhirnya aku memutuskan untuk berjalan-jalan saja. Lupakan saja masalah tubuh Kyuhyun dan yeoja menyebalkan itu, lagipula Kyuhyun sendiri juga menghilang. Anggap saja ini liburanku. Ini kan pertama kalinya aku ke China.

Aku melihat penjual ice cream di sebuah taman dan menghampirinya. Aku membeli sebuah ice cream strawberry dengan bahasa Inggris patah-patah. Yah, bagaimanapun juga kan aku tidak bisa berbicara bahasa China.

Setelah mendapatkan sebuah ice cream aku segera duduk di bangku taman yang kosong. Aigoo~ ternyata ice cream di China itu enak juga ya.

Tiba-tiba ada sepasang tangan yang menutup mataku.

“Nu-nuguseyo?” tanyaku takut. Bagaimana kalau ternyata itu penculik yang berniat untuk menculikku? Apa yang harus kulakukan? Aku sama sekali tidak mengerti tentang China, lagipula aku masih muda, masih ingin menikmati hidup. Apa setelah diculik aku akan dijual pada ajussi tua mesum yang mencari simpanan?

Aku menepis semua pikiran konyolku. Lagipula penculik kan biasanya menodongkan senjata, ini kenapa malah menutup mataku? Nanti tidak bisa menculikku dong? Aah~ pasti ini Nickhun oppa. Iya, pasti ini dia yang mencoba menghiburku karena tadi dibentak oleh Victoria-ssi.

“Nickhun oppa?” tanyaku.

Orang yang menutup mataku itu langsung melepaskan tangannya mendengar pertanyaanku. Aku mengerjap-ngerjapkan mataku bingung. Saat ini yang ada dihadapanku bukannya Nickhun oppa, tapi malah Kyuhyun.

“Ya! Apa yang kau lakukan di sini hah? Kemana saja kau?” teriakku sambil memukul-mukul lengannya.

Kyuhyun meringis kesakitan. “Aish, berhentilah memukulku.” Aku tidak mendengarkan ucapannya dan terus memukulnya. Siapa suruh tiba-tiba menghilang seperti itu?

Aku terdiam saat Kyuhyun menahan pergelangan tanganku. Aku menatapnya. “Aku tampan, bukan?” Aku menghempaskan tangannya kasar saat mendengar ucapannya. Dia gila, heh?

“Kemana saja kau?” tanyaku dingin.

“Mencari angin,” jawabnya tak acuh.

“Kau tidak butuh angin tuan hantu yang terhormat.”

Kyuhyun hanya terdiam. Dia tidak protes? Huh, tumben sekali. Sejenak keheningan menyelimutiku dan Kyuhyun.

“Aku merasa,.. tidak siap dengan semua ini,” ucapnya tiba-tiba. Wajahnya tertunduk dan matanya terlihat sendu. Ada apa dengan namja ini?

“Aku menikmati hari-hariku menjadi arwah,.. bersamamu. Meskipun aku tak terlihat, meskipun aku tidak dapat melakukan hal-hal seperti manusia pada umumnya, meskipun aku hanya bayangan semu yang sebentar lagi akan musnah, tapi aku menikmatinya.” Aku menatap Kyuhyun dengan tatapan aneh. Namja ini sakit, eh? Kenapa bicaranya aneh sekali.

“Aku merasa tidak ingin pergi, aku masih ingin bersamamu.”

Aku mencerna perkataan Kyuhyun. “Wae? Bukankan menjadi manusia lebih menyenangkan daripada menjadi arwah?”

Kyuhyun tidak menjawab.

Aku menyentuh lengan Kyuhyun, berusaha menguatkannya. “Kyu, kau tidak bisa terus menerus menjadi arwah. Waktumu tinggal sedikit. Saat ini pilihan yang kau punya hanya dua, menjadi manusia atau menghilang dari kehidupan ini.”

Kyuhyun menatapku gundah. Sepertinya saat ini ia benar-benar galau.

“Oh ayolah, Kyu. Ini bukan pilihan yang sulit. Kau tentu masih ingin menjadi hidup kan?”

“Aku takut, setelah hidup nanti aku tidak bisa melihatmu.” Ia menyetuh wajahku dengan jemari dinginnya dan membelai pipiku lembut.

Aku terperangah mendengar ucapannya. Tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya padaku dan menciumku singkat. Ya, sangat singkat. Hanya sekedar menempelkan bibir. “Neon joahae,..” bisiknya. Ia menangkupkan pipiku dengan kedua telapak tangannya yang sedingin es.

Aku tersentak mendengar ucapan Kyuhyun. Namja ini, tadi bilang apa? Joahae kah? Jinjja? Dia tidak sedang demam kan—apa hantu bisa sakit? Aku menyentuh keningnya dengan punggung tanganku. Dingin. Hei, hantu memang terasa dingin kan?

“Sudahlah, Kyu. Jangan bercanda. Leluconmu tidak lucu, tau. Lebih baik sekarang kita pulang. Jangan membuat Nickhun oppa khawatir.” Aku bangkit dari bangku itu dan mulai berjalan menjauh dari taman. Saat menyadari Kyuhyun tidak mengikutiku aku membalikkan tubuhku dan melihatnya masih mematung di bangku tadi dengan ekspresi bodohnya itu.

“Ppalli Kyu! Hari sudah mulai gelap. Aku tidak ingin membuat Nickhun oppa khawatir,” teriakku. Orang-orang yang berada di sekitarku menatapku aneh. Pasti di pikiran mereka bertanya-tanya apa yang dilakukan yeoja Korea yang berteriak-teriak sendirian seperti itu. Yah, aku lupa kalau Kyuhyun tidak terlihat. Pabo Minhyun!

Kyuhyun akhirnya mengikutiku. “Noona, kau belum menjawabnya.”

Aku mencoba untuk tertawa walaupun yang terdengar malah suara kucing terjepit pintu. “Ayolah, Kyu. Jangan bercanda. Kau ini hanya arwah yang kebetulan kutolong.”

“Tapi,..”

“Sudahlah, lupakan saja.” Aku memotong ucapannya.

Kyuhyun diam.

“Ming noona..” panggilnya. Aish, namja ini keras sekali sih?

Aku menghentikan langkahku dan menatapnya kesal. “Sudah kubilang lupakan saja! Aku sedang tidak ingin bercanda!” teriakku kesal.

“Hah?” Kyuhyun memasang wajah pongo.

“Mwo?” tanyaku ketus sambil melanjutkan langkahku.

“Aku hanya ingin bertanya, memang kau tau jalan pulang? Cih, pabo!” desis Kyuhyun meremehkan.

Aigo! Benar! Aku memang tidak tau jalan pulang. Bagaimana ini?

“Melihat dari ekspresimu kau pasti tidak tau.”

“Ani! Aku tau!” bantahku. Aku merasa tidak rela dianggap remeh oleh namja menyebalkan ini.

“Sekarang harus kemana, hah?” tanyanya menantang.

Aku melihat sekelilingku. Kami sedang berdiri di perempatan besar yang tidak terlalu ramai. Aigoo~ di mana ini saja aku tidak tau, apalagi harus kemana.

“Kau pasti tidak tau,” sahut Kyuhyun seolah membaca pikiranku. Aku menggembungkan pipiku kesal. “Sudahlah, telpon saja si namja penyebar feromon itu. Suruh dia menjemput.”

Aku mengerjap-ngerjapkan mataku bingung. Namja penyebar feromon?

“Aish, si pabo yang mengantar kita tadi,” ucap Kyuhyun pada akhirnya.

Aku mengangguk-anggukkan kepalaku mengerti. “Aah, Nickhun oppa ya? Hei Kyu, Nickhun oppa tidak bodoh. Harusnya kau berterima kasih padanya yang mau membantumu menemukan tubuhmu. Cih, dasar tidak tau terima kasih.”

“Ya! Kau menyebalkan, Noona!”

“Kau lebih menyebalkan, bweek~” ucapku dengan mehrong semehrong-merongnya.

MINHYUN POV END

-TBC-

Cuplikan Part Depan:

“Aku tidak mau tau. Jangan berbicara padaku, aku muak.”

“Aku tidak ingin melihat yeoja itu menangis karena kepergianku.”

“Ani. Aku tidak menyukainya, aku mencintainya.”

————————————————————-

AN (Author Note)

Halowh, ketemu lagi sama author abal. Chap kali ini panjang yah? -___- Dapet feel nya nggak? Nggak ada masalahnya ya? Bzz, dasar author abal *timpuk*.

Iklan

10 thoughts on ““Ghost” | KyuMin | Chap 3/? | No Yaoi | T | Romance, Hurt |

  1. mian aku baru coment dipart ini soalnya aku sekaligus bacanya hehe.
    Aku sukaaaaaaaaa sama ceritanya, seru bgt thor. Aku bakal tunggu part selanjutnya, jadi jangan lama2 ya part 4 nya ;D

  2. Daebak thor!!! Ak suka bgt ma ide critany… kreatif… lanjut thor. Part 4ny ud ad blum? Jgn lama2 ya 😉

  3. Daebak thor… aku suka cerita yg kyak gni, idenya kreatif… lanjut donk thor!! Jgan lama2 ya postnya ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s